Resume : My Digital Portofolio Day 2
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
Materi I
Pak Ainun Najib
Tema : Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri
UNUSA
Materi I
Pak Ainun Najib
Tema : Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri
UNUSA
Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri mengalami transformasi besar dalam cara mereka berfungsi, mengajar, dan berinteraksi dengan mahasiswa serta masyarakat. Berikut adalah beberapa aspek utama dari perubahan tersebut:
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Secara Inheren Diposisikan Sebagai Penerus dan Pewaris Tradisi Keilmuan Serta Keagamaan Aswaja An-Nahdliyah, Mengingat Universitas ini dan Berafiliasi Langsung dengan Nahdlatul Ulama (NU)—Organisasi Islam Terbesar di Indonesia Yang Menjadi Rujukan Utama Paham Aswaja An-Nahdliyah.
- Pembelajaran Digital dan Online Penggunaan platform e-learning, MOOC (Massive Open Online Courses), dan webinar memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel.
- Mahasiswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja, meningkatkan inklusivitas dan efisiensi.
- Kurikulum Berbasis Teknologi Integrasi teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things (IoT) ke dalam kurikulum.
- Perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum untuk mempersiapkan siswa menghadapi otomasi, robotika, dan analitik data, Fokus pada soft skill seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
Perguruan tinggi tidak hanya mengajar tetapi juga menjadi pusat inovasi dan penelitian terapan.
Pengembangan startup dan inkubator bisnis berbasis teknologi.
Secara keseluruhan, perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri harus mampu beradaptasi dengan cepat agar tetap relevan dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten di era yang penuh perubahan ini.
Materi III
KH Ma'ruf Khozin - Ketua Azwaja Canter, PWNU Jawa Timur
Tema : Mencetak Mahasiswa Unusa S ebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah
UNUSA
Materi III
KH Ma'ruf Khozin - Ketua Azwaja Canter, PWNU Jawa Timur
Tema : Mencetak Mahasiswa Unusa S ebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah
UNUSA
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Secara Inheren Diposisikan Sebagai Penerus dan Pewaris Tradisi Keilmuan Serta Keagamaan Aswaja An-Nahdliyah, Mengingat Universitas ini dan Berafiliasi Langsung dengan Nahdlatul Ulama (NU)—Organisasi Islam Terbesar di Indonesia Yang Menjadi Rujukan Utama Paham Aswaja An-Nahdliyah.
Berikut penjelasan mendalam mengenai peran dan karakteristik mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah:
1. Landasan Ideologis:
- Aswaja (Ahlusunnah wal Jama'ah): Merupakan Paham Keislaman Yang Mengikuti Jejak Generasi Terbaik (salafus shalih) Dalam Beragama.
- An-Nahdliyah: Merujuk Pada Corak ke-NU-an Yang Tekanan Keseimbangan (tawazun), Moderasi (tawassuth),
Ciri Khas:
Berada di Tengah (bukan ekstrem kanan maupun kiri).
Menghormati Keberagaman Mazhab (terutama Syafi'iyyah dalam fiqih, Asy'ariyyah/Maturidiyyah dalam akidah, dan Al-Ghazali dalam tasawuf).
2. Peran Mahasiswa UNUSA sebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah
- Penjaga Tradisi Keilmuan
- Agen Moderasi Beragama
- Pejuang Kemaslahatan Sosial
- Inovator dalam Tradisi
3. Implementasi di Kampus UNUSA
Kurikulum: Mata kuliah wajib seperti Pendidikan Agama Islam, Ke-NU-an, dan Aswaja An- Nahdliyah yang mengajarkan landasan teologis dan praktis.
4. Tantangan bagi Generasi Aswaja An-Nahdliyah
Globalisasi dan Radikalisme: Menjaga Identitas Aswaja di tengah arus pemikiran transnasional yang ekstrem.
Disrupsi Digital: Menyebarkan narasi Aswaja yang moderat di ruang maya yang rentan hoaks.
Relevansi Pemuda: Membuktikan bahwa Aswaja An-Nahdliyah adalah solusi bagi masalah modern, bukan sekedar warisan masa lalu.
Materi VII
Dimas Chairullah, S,Sos., CPS
Materi : Sosialisasi Learning Management System dan Sistem Informasi Manajemen (SIM) untuk Kesiapan Pendidikan Berbasis Digital di Unusa
K3L (Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Lingkungan Hidup) adalah singkatan dari Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan. Ini merupakan sebuah pendekatan terintegrasi dan holistik dalam mengelola risiko di tempat kerja dan lingkungan sekitar, dengan tujuan utama:
- Pencegahan
- Keterlibatan
- Kepatuhan
- Akuntabilitas
Visi Indonesia Emas 2045 adalah menjadi negara maju dengan kesejahteraan yang merata, ekonomi kuat, dan sumber daya manusia (SDM) unggul. K3L bukan sekedar “aturan teknis”, melainkan fondasi kritis untuk mencapai visi ini. Berikut kutipan:
Menghasilkan SDM Unggul dan Sehat = Pekerja Sehat- Pekerja Aman
Menghasilkan SDM Unggul dan Sehat = Pekerja Sehat- Pekerja Aman
Pekerja Aman- Motivasi Tinggi
Tantangan:
Pemahaman dan komitmen K3L yang belum merata di semua level (pemerintah, perusahaan, pekerja).
Pengawasan dan penegakan hukum K3L masih lemah di beberapa sektor dan daerah.
Keterbatasan sumber daya (dana, tenaga ahli K3L) terutama di UMKM dan sektor informal.
Budaya K3L yang belum mengakar kuat di beberapa lini masyarakat dan industri.
Langkah Strategis:
Pemerintah: Memperkuat regulasi, pengawasan, dan insentif untuk K3L; Integrasikan K3L dalam kurikulum pendidikan; Kampanye nasional tentang pentingnya K3L.
Pekerja/Masyarakat: Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan K3L; Menggunakan hak dan melaksanakan kewajiban K3L; Laporkan pelanggaran dan kondisi berbahaya.
K3L bukanlah beban biaya, melainkan strategi investasi yang sangat menguntungkan bagi jangka pendek (efisiensi, produktivitas) dan jangka panjang (keberlanjutan, daya saing global). Implementasi K3L yang kuat dan konsisten di seluruh sektor pembangunan merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. K3L akan menghasilkan SDM unggul yang sehat, aman, dan produktif; mendorong perekonomian yang kompetitif dan berkelanjutan; menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam; serta membangun tata kelola yang adil. Tanpa landasan K3L yang kokoh, visi Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera pada tahun 2045 akan sulit tercapai. Mari jadikan K3L sebagai budaya bangsa untuk mewujudkan Indonesia Emas yang sesungguhnya!
Lihat Juga Blok Teman Saya : windy

Comments
Post a Comment