Resume : My Digital Portfolio Day 1

UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
Materi 1

Yudi Latif, MA., Ph.D 
Tema : kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara

UNUSA

Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Indonesia Saat Ini Mengalami Pergeseran atau Perubahan di Semua Kehidupan Yang Sangat Mengkhawatirkan. Untuk Mengatasi Hal Ini, Diperlukan Suatu Konsepsi, Kebesaran Keluasan, dan Kemajmukan.
Jati Diri Baangsa Indonesia Tercermin Daalam Beberapa Aspek Penting, Yaitu :
    1. Pancasila 
    2. Undang-Undang Dasar 1945
    3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
    4. Bhineka Tunggal Ika

Pembinaan Kesadaran Bela Negara

Pembinaan kesadaran bela negara merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan warga negara dalam membela negara. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu :
    •⁠  ⁠Pendidikan Kewarganegaraan: Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga negara tentang hak dan kewajiban mereka dalam membela negara.
    •⁠  ⁠Latihan Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara.
    •⁠  ⁠Kampanye Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.

Tujuan Bela Negara

Tujuan Bela Negara Adalah Untuk Melindungi Negara, Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa,Meningkatkan Ketahanan Nasional


Materi VI

Hafid Algristian, dr., Sp.KJ :
Tema :Mahasiswa Berkarakter dengan Anti Kekerasan Seksual, Anti Perundungan, Sehat Mental dan Perilaku Menyimpang

UNUSA 

Mindset Awal yang Harus Dipahami adalah Menilai benar atau salahnya suatu perbuatan tidak boleh hanya berdasarkan perasaan atau ketersinggungan pribadi Untuk berempati kepada orang lain, tidak perlu tahu keseluruhan ceritanya. Mulai dengan menghargai orang lain sebagai manusia.

1. Konsep Bullying
         Bullying bisa berbentuk fisik, verbal, sosial, atau seksual.
Ada perbuatan yang objektif bisa dinilai salah meskipun korban tidak merasa tersinggung (contoh: tackling keras dalam sepak bola, isolasi sosial).
Candaan bisa menjadi perundungan jika menyinggung atau membuat orang lain tidak nyaman.

2. Kasus dan Contoh Nyata:
         Kasus sexual harassment: Menyalahkan korban soal pakaian tidak tepat. Pelaku tetap bertanggung jawab, dan korban harus dilindungi dulu.
Kasus anak-anak: Anak sering tidak memahami batas bercanda. Orang dewasa harus mengedukasi agar paham perbedaan bercanda dan menyakiti.
Bullying sosial: Menghasut teman untuk tidak bergaul dengan seseorang termasuk bullying meski korban terlihat tidak terpengaruh.



4. Tanggung Jawab Bersama:
         Menjaga aurat dan ketentraman publik adalah kewajiban bersama (laki-laki dan perempuan).
Edukasi berulang dan mediasi penting untuk mengubah mindset anak-anak agar bullying tidak berlanjut.
Stop “bertukar cerita sedih” dan mulai memahami setiap orang punya cerita masing-masing.

5. Inti Pesan:
         Empati dan keadilan harus jadi landasan saat menghadapi bullying.
Proses pelaku dulu, lindungi korban, lalu mitigasi bersama.
Budaya saling menghormati harus ditanamkan sejak dini untuk mencegah perundungan.

Materi V

BNNP Jawa Timur: Mahasiswa bebas narkoba untuk mendukung Generasi Rahmatan lil alamin Unusa

UNUSA

Pemberantasan narkoba dapat dilakukan melalui tiga cara:

    1. Pencegahan: mencegah generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.
    2. Pemberantasan: mengungkap dan menindak sindikat kejahatan narkoba dengan menghukum berat dan menyita aset-aset kejahatan narkoba.
    3. Rehabilitasi: memulihkan penyalahguna atau pecandu narkoba dari ketergantungan.


Pengertian Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Narkotika adalah zat yang dapat menyebabkan penurunan dan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Dampak Narkoba

Narkoba dapat menyebabkan ketergantungan, perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan masalah kesehatan mental dan fisik.

Narkotika
Zat Yang Berasal dari Tanaman atau Bukan Tanaman, Baik Sistem Maupun Semisestesis yang Dapat Menyebabkan Penurunan atau Perubahan Kesadaran, Hilangnya Rasa, Mengurangi/ Menghilangkan Raasa Nyeri dan Dapat Menimbulkan Ketergantungan.

Psikotropika
Zat Alamlah Maupun Sistesis Bukan Narkotika, yang Mempengaruhi Susunan Saraf Pusat & Menyebabkan Perubahan Aktivitas Mental dan Perilaku (Misal halusinasi, ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan perasaan yang tiba-tiba).


https://unusa.ac.id
fk.unusa.ac.id
https://www.facebook.com/unusaofficialfb
https://www.instagram.com/unusa_official/
https://www.youtube.come@unusa_official
https://www.x.com/unjsa_official/lang=en
https://www.tiktok.com/@unuusa.official



Lihat Juga Blok Temann Saya : windy












































































\
 

Comments

Popular posts from this blog

Resum : Yudisium FEBTD unusa 2024/2025 : 145 Mahasiswa Resmi Lulus dan Siap Hadapi Dunia Kerja

Resume : My Digital Portofolio Day 2